Skip to main content
Artikel

Tren Gangguan Ginjal di Usia Muda Semakin Meningkat

Bagikan :
Tren Gangguan Ginjal di Usia Muda Semakin Meningkat

Tren batu ginjal pada usia muda (anak-anak, remaja, hingga dewasa) meningkat secara signifikan. Kondisi ini bukan lagi sekadar anomali statistik, melainkan sinyal bahaya yang tidak bisa diabaikan. Tren ini akibat gaya hidup dan faktor eksternal, diantaranya kurang minum air putih, pola makan tinggi garam, serta tingginya konsumsi makanan olahan. Faktor risiko lainnya meliputi genetik dan obesitas. Jika di diamkan batu ginjal akan menimbulkan komplikasi lain seperti gagal ginjal. Sesuai dengan data BPJS Kesehatan yang menunjukan bahwa kasus gagal ginjal mengalami peningkatan sebesar 18,2% dari tahun 2024 ke 2025.

Berdasarkan data detikhealth.com, penyakit batu ginjal pada usia dini meningkat dan laki-laki berpotensi mengalami penyakit ini hingga 1,3 kali lipat dibandingkan dengan perempuan. Menurut penjelasan Dr. Widi Atmoko, spesialis urologi di RS Cipto Mangunkusumo (RSCM), kebiasaan duduk di depan komputer, nonton TV dan jarang berolahraga, itu secara evidence-based adalah faktor timbul batu yang lebih tinggi. Jika tren ini terus meningkat, dampaknya tidak hanya pada kesehatan masyarakat tetapi juga pada pembiayaan sistem kesehatan nasional. (Kemenkes, 2025)

Pola Hidup Modern Menjadi Faktor Risiko Gangguan Ginjal

Jurnal Kolaboratif Sains Garuda menunjukkan peningkatan signifikan jumlah pasien gagal ginjal. Dilansir dari berita Detikhealth, meningkatnya kasus gangguan ginjal tidak terlepas dari perubahan gaya hidup masyarakat modern.

Kebiasaan seperti konsumsi minuman manis secara berlebihan, kurang minum air putih, serta tingginya asupan garam menjadi beberapa faktor yang dapat memicu gangguan ginjal. Jika dibiarkan dalam jangka panjang, kondisi tersebut dapat menyebabkan pengendapan mineral yang akhirnya membentuk batu ginjal hingga berujung pada gagal ginjal kronik. Oleh karena itu, menjaga pola makan sehat dan memastikan kebutuhan cairan tubuh terpenuhi setiap hari menjadi langkah sederhana namun penting untuk menjaga kesehatan ginjal.

Peran Herbal Alami untuk Membantu Menjaga Kesehatan Ginjal

Selain menerapkan gaya hidup sehat, penggunaan bahan herbal juga telah lama dikenal sebagai salah satu cara alami untuk membantu menjaga fungsi ginjal. Berbagai tanaman herbal di Indonesia diketahui memiliki kandungan yang dapat mendukung kesehatan saluran kemih serta membantu proses alami tubuh dalam menjaga keseimbangan mineral.

Salah satu produk herbal yang telah lama digunakan masyarakat adalah Batugin. Produk ini diformulasikan dari daun tempuyung dan keji beling, dua tanaman herbal yang secara empiris dikenal dapat membantu meluruhkan batu ginjal kecil secara alami serta mendukung kesehatan saluran kemih.

Batugin, Solusi Herbal Praktis untuk Mendukung Kesehatan Ginjal

Batugin ramuan herbal 100% alami yang terbuat dari tanaman obat pilihan, tidak mengandung bahan kimia sehingga tidak menimbulkan efek samping serta baik dan aman digunakan dalam jangka panjang. Diproduksi oleh PT Kimia Farma Tbk, perusahaan farmasi BUMN yang telah lama dikenal dalam menghadirkan produk kesehatan berkualitas bagi masyarakat Indonesia.

Selain itu, PT Kimia Farma Tbk secara berkelanjutan memperkuat keterlibatan dengan masyarakat melalui program Bina Industri Desa Kimia Farma. Program ini telah dijalankan di Bandung dengan fokus pada pendampingan petani melalui pelatihan pemanfaatan daun tempuyung sebagai bahan baku produk herbal Batugin.

Upaya pencegahan gangguan ginjal dapat dilakukan dengan menerapkan gaya hidup sehat, seperti menjaga pola makan dan mencukupi kebutuhan cairan harian, serta didukung dengan konsumsi herbal yang tepat. Dengan langkah ini, kesehatan ginjal dapat tetap terjaga sehingga aktivitas sehari-hari dapat berjalan secara optimal.

Source:

Penyakit Ginjal jadi Prioritas Penanganan oleh Pemerintah

  1. https://www.topbusiness.id/120665/raih-penghargaan-aces-awards-2025-kimia-farma-buktikan-komitmen-kuat-dalam-inovasi-dan-keberlanjutan.html
  2. https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-7984519/tren-batu-ginjal-meningkat-di-usia-muda-kebiasaan-sepele-ini-ternyata-berdampak-fatal
  3. https://www.jpnn.com/news/bpjs-kesehatan-pembiayaan-gagal-ginjal-capai-rp-13-triliun-tren-usia-muda-naik
  4. https://jurnal.unismuhpalu.ac.id/index.php/JKS/article/view/7798/5700
  5. https://garuda.kemdiktisaintek.go.id/documents/detail/5338278